Senin, 25 Juli 2011

STRATEGI PD MENUJU KURSI RI-1 2014 ?




Semua media menayangkan Kicauan Si Burung Nazar yang begitu membahana, walau di awali dengan sekedar BBM yang semua pihak berasumsi bahwa Partai dengan lambang Segitiga Mercy ini kebakaran jenggot. Setiap hari, setiap jam semua media baik cetak maupun elektronik begitu gencar menayangkan Lagu Sumbang (menurut kita) Si Nazar dari balik tempat persembunyiannya. Dengan sedikit lebih menghibur saat Si Nazar merilis video klip-nya dibalut dengan Skype bersama Bang Iwan Piliang.

Saya mungkin bukan seorang pilitikus ataupun pakar telematika yang bisa menganalisa dengan jeli perilaku Si Burung Nazar yang terdengar dari Nusantara walau tanpa memperlihatkan dirinya berada dimana. Saya hanya seorang tukang desain & tukang foto, yang pernah mengenyam pendidikan Sarjana di Universitas Negeri Malang, di Program Studi Desain Komunikasi Visual. Saya bukan kader dari partai manapun termasuk PD, saya hanya seorang bloger ( www.blog.wisnuputra.com ) dan member dari www.dgi-indonesia.com . Yang setiap kali saya bisa belajar dan menerima berbagai macam tulisan serta artikel dari para desainer-desainer senior di Negeri ini.

Disini saya hanya akan memaparkan sekilas mengenai Si Nazar yang telah mejadi fenomena menarik, sekaligus kontroversial menurut beberapa pakar politik yang setiap kali muncul di layar televisi. Mungkin saya salah satu pemerhati berita. Tapi sampai saat ini yang selalu saya sukai adalah IKLAN. Ya IKLAN adalah salah satu guru saya yang selalu setia memberikan Ilmu kepada muridnya setiap hari tak kenal waktu. Dari Iklan saya bisa selalu tetap refresh mengenai ide - ide kreatif di otak saya. Mungkin disini yang membuat saya berfikir lain dengan beberapa pakar politik yang menganalisa Anomali Partai Demokrat saat ini.

Strategi Partai Demokrat menuju RI-1 2014, ya mungkin saya menyebutnya adalah STRATEGI. Hal ini saya asumsikan bahwa Partai Demokrat adalah sebuah perusahaan. Yang saat ini mau merilis sebuah Produk Baru yaitu Anas Urbaningrum ( AU ).

Coba kita ingat dengan baik strategi yang dibuat oleh Partai Demokrat (PD) saat pencalonan SBY sebagai Presiden. Begitu deras dan kental aroma pencitraan serta propaganda di setiap jam dan waktu tentang sosok SBY. Begitu kentara Iklan-iklan tersebut dikemas dengan baik oleh para ahli periklanan, yang jelas tidak murahan, dengan durasi juga berbagai macam durasi serta tema. Dan hal tersebut terbukti efektif mempengaruhi seluruh masyarakat Indonesia dengan hasil terpilih dengan hitungan 60% ( menurut hasil yg telah dilansir KPU saat itu ).

Seperti kata pepatah; Hari ini harus berbeda dengan hari esok. Atau pemikiran tentang; Strategi kemarin tidak akan dilakukan kembali berdasarkan perkembangan jaman dan tehnologi saat ini. Beda saat SBY dan beda saat Anas Urbaningrum (AU). Saat SBY benar-benar mengedepankan sosok SBY dengan latar belakang militer serta prestasi gemilangnya. Tentu tidak bisa disamakan untuk AU saat ini. Kecenderungan perilaku masyarakat di tahun 2009 berbeda jauh dengan 2014 nanti. Pemikiran, tingkat kecerdasan, serta budayanya sudah sangat berbeda.

Tak ubahnya sebuah produk saat ini sedang di launching yang bernama 'AU'. Saat ini sudah sangat tepat kiranya strategi yang di terapkan untuk mengenalkan keseluruh masyarakat Indonesia sosok AU dengan cara saat ini, dari sisi menjadi bahan pembicaraan baik di Restaurant sampai dengan Warung Kopi di pelosok tanah air. Baik para Konglomerat sampai para petani di desa tertinggal sekalipun. Saat ini semua berusaha mengenali siapa sih AU yang di omongin oleh Si Nazar itu? Darimana sih dia? Sekolah dimana? dan sebagainya. Dan ternyata seorang ibu-ibu bahkan mengatakan saat berbelanja di pasar bahwa: "eh Anas itu ternyata sama dengan sekolahku baik SMP ataupun SMA " dengan senyum beliau mengatakannya ( tak sengaja mendengarkan saat mengantar istri ke pasar). Secara gamblang kita semua bisa merasakan, tidak ada saat ini yang membicarakan Bakrie, Surya Paloh, Megawati, Sri Mulyani atau Prabowo atau yang lain seperti membicarakan AU saat ini [ maaf yang belum kesebut bukan, tidak ada tujuan atau tedensi apapun di artikel ini ]. Karna dia menjadi Sasaran Tembak dari Si Nazar saat berkicau. Ya, akhirnya produk tersebut dikenal dengan baik di masyarakat.

Memang saat ini dikenal karena menjadi sosok yang Kontroversial, alias menjadi sosok yang menjadi dalang dari Kebobrokan Negeri Ini. Dari sisi terkenal AU saat ini sangat meroket bahkan saat ini mungkin Irfan Bachdim-pun kalah secara sisi TERKENAL dan DIKENAL masyarakat. Karena semua media memaparkan setiap hari dan setiap waktu bagai melodi & symponi harian masyarakat Indonesia. Baik saat kita sarapan, makan siang sampai makan malam bahkan saat kita mau tidur. Di mana AU, di media cetak AU, di media elektronik AU. Mantaps! Strategi sebuah kampanye periklan, 5W + 1 H hampir semua sudah diterapkan dalam produk AU dari perusahaan PD. Disini When & Where sudah sangat efektif terjadi tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun untuk strateginya.

Mari kita coba ulas satu persatu; [ Jangka Pendek; 1 tahun - Jangka Panjang; 2-3 tahun]

+ H - How; Bagaimana bentuk Iklannya?
Ya, disini yang menarik di produk AU ini, langsung bisa kita tebak diawal tentang bagaimana bentuk Iklannya. Yaitu sesuatu yang KONTROVERSIAL, untuk produk AU nantinya. Saat ini hampir semua kasus yang muncul dan dibacarakan banyak orang di seluruh lapisan masyarakat tanpa kita sadari adalah KORUPSI [koruptor]. PD memilih ini sebagai bentuk media IKLAN yang digunakan untuk peoduk AU. Semua pakar politik dan hukum begitu menggebu-gebu kalau membicarakan hal yang satu ini. Dan hal inilah yang dijadikan kendaraan untuk mengenalkan produk AU untuk Kursi RI-1.

1. What; Apa tujuan iklan?
Disini sangat jelas, untuk tujuan jangka pendek adalah mengenalkan AU ke seluruh khalayak masyarakat Indonesia di semua golongan dan strata kehidupan. Saat ini hal tersebut sedang terjadi. Semua lapisan masyarakat sudah termakan propaganda Media berupa produk AU, walaupun saat ini masih negatif, namun secara komunikasi massa hal ini sudah merupakan keberhasilan komunikasi, untuk menjadi bahan perbincangan di manapun. Ini keberhasilan suatu produk dengan strateginya.
Sedangkan Jangka Panjang adalah memenangkan Kursi RI-1 untuk AU. Hal ini yang nantinya menjadi anti klimak, akankah berhasil membuktikan bahwa produk AU ini benar-benar bisa dipercaya di tahun 2014, dengan segala cara pembuktian yang dipakai PD. Walaupun saat ini negatif, tapi begitu bisa dibuktikan dia positif maka akan mutlak massa akan memakai produk AU.

2. Who; Siapa khalayak yang akan dijangkau?
Jangka pendek; Seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya pemuda
Kenapa dikhususkan masyarakat Pemuda, ini yang saat ini kelihatan dari tubuh PD, dipimpin oleh Generasi Muda, seperti Anas, Nazar, Ibas sebagi pucuk pimpinan. Saat ini para pemudalah yang selalu bersuara sumbang mengenai berseberangan pola pikir dengan pemerintahan SBY. Saat ini mereka yang berjiwa labil umur 14 - 16 tahun, nanti 2014 akan menjadi aset penting untuk pemilihan suara ataupun pemilihan Presiden. Peluang ini yang selalu dimanfaatkan oleh PD. Di sini utamanya adalah khusus di target bagi mereka yang mempunyai pemikiran yang lebih 'smart & fresh' serta masih memiliki gejolak emosi yang meluap-meluap sebagai anak muda. Mereka anak muda akan menjadi mesin utama mereka, menjadi mesin pembalik suara begitu mengetahui bahwa bisa dibuktikan bahwa AU benar-benar bersih. Tanpa berpikir panjang maka para pemuda inilah menjadi kekuatan untuk menuju kursi RI-1 AU
Jangka Panjang; Seluruh masyarakat Indonesia.

3. When; Kapan iklan dipasang?
4. Where; Dimana Iklan dipasang?

Kapan dan di mana media iklan dipasang, hal ini selain mencari waktu yang tepat juga dipengaruhi oleh budget yang ada. Walaupun budget sudah banyak namun pemilihan waktu tetep diperlukan dengan baik berdasarkan sasarannya siapa/audiennya. Namun di produk AU, ternyata berlaku sebaliknya, tanpa menggunkan biaya serta budget Iklan bisa berjalan efektif saat ini di waktu kapanpun itu, dan dimana-mana sudah tersebar begitu hebatnya. Ini yang namanya Bomber Media.

5. Why; Mengapa harus demikian?

Karena telah terbukti sesuatu yang KONTROVERSIAL akan mudah untuk menjadi bahan pembicaraan siapapun, dan dimanapun, terbukti dengan beberapa tingkah laku para artis. Mereka memilih jalur cepat untuk menjadi seorang selebritis dengan membuat foto-foto sexy di awal karirnya. Nah disini, para ahli politik serta komunikasi PD memikirkan hal ini untuk memasarkan produk AU ini. Dan inilah iklan gratis yang tidak memerlukan budget.

Jadi, saat ini adalah sebagai bagian proses Strategi Periklanan PD untuk memperkenalkan produk AU ini. Begitu hal tersebut bisa dibuktikan bahwa produk AU ini benar-benar menjadi bersih. Maka kekuatan akan berbalik mutlak untuk memilih produk AU daripada produk manapun.

Apakah strategi ini akan berjalan sesuai rencana para konsultan periklanan dan komunikasi massa serta politik PD, hal ini yang sedang kita tunggu hasilnya?


Memang dari segi strategi periklanan hal itu begitu cantik, tanpa biaya yang banyak tapi bisa menguasai pasar begitu luas dan besar di semua segmentasi, kalau itu memang berupa sebuah Produk. Tapi kalau sebuah produk mempengaruhi atau menyangkut nyawa serta banyak khalayak bangsa ini maka akan menjadi sebuah eroni besar. Dan ini sebuah Teori Konspirasi yang maha dasyat bila dilakukan oleh sebuah negara kepada Rakyatnya.

Kalaupun hal ini benar adanya menjadi strategi PD, betapa naif-nya sampai tidak memikirkan beberapa kepentingan Rakyat Indonesia yang sangat membutuhkan perhatian khusus Pemerintah. Karena PD begitu melekat dengan image Pemerintah saat ini. Sangat sayang kiranya.

Mengutip dari apa yang dikatakan Mas Anis Baswedan "Semua perobek #TenunBangsa harus disidik, diselidik serta bertanggung jawab atas robeknya #TenunBangsa ini.." di wawancara bersama Metro TV sore ini, apabila dibiarkan berkeliaran para pemangsa serta perobek #TenunBangsa itu. Rakyat Indonesia begitu menginginkan ketegasan serta kepedulian tidak hanya peduli tapi memperhatikan seluruh kepentingan Rakyatnya. Sungguh sayang kalo demi kepentingan golongan [partai saja] terus menampikkan Rakyat sebagai anak dari seorang Pemimpin Negara. Dimana sifat kesatria dari seorang Perwira ketika melihat rakyatnya menderita kemiskinan dimana-mana? Dimana bukti Pemerintah sebagai Regulator percepatan dunia usaha pada saat rakyatnya berusaha mandiri membuat lapangan pekerjaan sendirian?

Saya hanya sebagian masyarakat Indonesia yang sedang menyaksikan babak demi babak, episode demi episode Pemerintahan SBY dengan berbagai slogannya "Hukum sebagai Panglima", "Katakan Tidak pada Korupsi".... dan semua retorika yang selalu mengatakan "Negara ini adalah Negara Hukum". Kami hanya masyarakat kecil, yang hanya terkungkung dengan semua episode media dengan segala macam noda nanah ataupun madu. Yang tidak tahu bakal dibawa kemana Negeri ini. Memang kami adalah salah satu yang terlibat di saat reformasi bergulir, tapi sepertinya Reformasi menjadi hanya slogan di Negeri ini, yang belum ada pembuktian yang dirasakan oleh Masyarakat Indonesia. Selamat Pagi Indonesia. Merdeka!